ceirta di balik lambang zodiak

Seperti yang sudah kamu tahu, zodiak dibagi jadi dua belas agen sbobet terpercaya bagian yang terdiri dari Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Semuanya punya lambang masing-masing bersama asal usul yang tidak sama pula. Dan inilah yang jadi bagian menarik lain dari zodiak. In other words, lambang zodiak bukan cuma ditentukan oleh resep pengobatan saja.

Aries

Aries merupakan zodiak bersama lambang domba jantan yang berbulu emas dan dapat terbang. Makhluk ini dikenal sebagai Chrysomallus. Konon katanya, Chrysomallus dikirimkan oleh peri awan Nephele untuk menyelamatkan dua anak kesayangannya, yakni Helle dan Phrixus. Saat itu, keduanya akan dijadikan kurban bagi terhadap Dewa.

Dalam misi penyelamatan dua anak Nephele, salah satu diantaranya terjatuh dan pada akhirnya meninggal. Chrysomallus yang mulai bersalah kemudian terbang ulang ke hadapan para Dewa untuk menukar keduanya. Berkat jasanya, dia kemudian diberikan satu area di pada para bintang oleh Dewa Zeus.

Taurus

Taurus punya lambang banteng jantan yang hebat, kuat, dan suka mengubah dirinya sendiri. Menurut mitologi Yunani, banteng jantan berikut adalah Dewa Zeus yang sesungguhnya suka mengubah dirinya jadi makhluk lain.

Suatu hari tersedia seorang putri yang berasal dari Timur Tengah bernama Europa. Zeus mulai tertarik terhadap Europa lalu mengubah dirinya jadi banteng putih yang menawan demi memikat hati sang putri. Dan benar saja, Europa kemudian menaiki banteng putih tersebut.

Baca Juga : Ini Dia Arti Kartu Tarot Mayor Arcana yang Merepresentasikan Kehidupan Manusia

Mereka berdua kemudian pergi ke satu lokasi di Yunani Kuno. Di lokasi ini, Zeus mengubah ulang penampilannya jadi elang dan memperkosa Europa. Berkat tindakan perselingkuhannya ini, Zeus kemudian meletakkan lambang banteng di pada bintang Taurus.

Gemini

Dua anak kembar yang jadi lambang Gemini sesungguhnya adalah Pollux dan Castor. Mereka adalah kakak beradik kembar didalam mitologi Yunani. Uniknya, Pollux dan Castor punya ayah yang berbeda. Pollux merupakan anak dari Zeus, namun Castor adalah anaknya Tyndarius. Nah, dikarenakan Pollux punya darah dewa, maka dia jadi makhluk yang abadi.

Hubungan kakak beradik ini begitu erat supaya tidak tersedia yang memisahkannya. Sampai kemudian ketika terjadi perang, Castor meninggal dunia. Pollux yang mulai putus asa pada akhirnya memohon kepada Zeus untuk membuatnya jadi normal supaya dia dapat meninggal layaknya saudara kembarnya. Akan tetapi, Zeus menolak permintaan berikut dan sebagai gantinya dia membawa dampak Pollux dan juga Castor abadi sebagai konstelasi bintang Gemini.

Cancer

Kisah mengenai zodiak Cancer disita dari cerita Hercules yang konon diberi tugas membunuh Hydra–makhluk mitologi berbentuk ular yang membawa ratusan kepala. Istri Zeus yang jadi salah satu musuh Hercules, Hera, kemudian mengimbuhkan perintah kepada seekor kepiting raksasa untuk bertarung bersama Hydra dan melawan Hercules.

Dalam pertarungan dua lawan satu tersebut, si kepiting raksasa sempat membawa dampak Hercules kesakitan memanfaatkan capitnya, walaupun terhadap pada akhirnya kepiting berikut selalu dihancurkan oleh Hercules. Merasa bangga terhadap perjuangan sang kepiting, Hera kemudian mengimbuhkan menjadikannya sebagai konstelasi bintang Cancer.

Leo

Sama layaknya cancer, singa yang jadi lambang Leo juga disita dari cerita Hercules, yakni Singa Nemea. Singa ini punya bulu emas dan juga kulit yang luar biasa kuat supaya tidak dapat ditembus oleh semua type senjata.

Hercules ditugaskan untuk membunuh sang singa dan dia berhasil melakukannya. Konon Hercules membunuh singa Nemea bersama cara melemparkan potongan kayu ke tenggorokannya dan membuatnya tersedak.

Setelah itu, Hercules memanfaatkan cakar singa untuk merobek kulitnya yang super kuat tersebut. Sementara bulu-bulu singa Nemea, dia jadikan sebagai busana pelindung di perang berikutnya. Berkat pertarungan yang hebat pada singa Nemean dan Hercules, Zeus kemudian menjadikan singa berikut sebagai konstelasi Leo.

Virgo

Asal usul Virgo disita dari cerita Pandora, wanita ciptaan Dewa Hephaestus. Suatu hari, Pandora mengakses sebuah kotak terlarang yang membawa dampak semua kejahatan turun ke bumi, juga diantaranya kematian.

Para Dewa yang sedang berada di bumi kala itu kemudian ulang ke surga supaya dapat hindari semua kejahatan tersebut. Dari sekian banyak Dewa, Dewi Astrea jadi yang paling terakhir hingga ke surga. Zeus lalu mengimbuhkan area di rasi bintang untuk Astrea sebagai peringatan atas lenyapnya kepolosan, kemurnian, dan kesucian dari bumi.

Libra

Simbol Libra yang berarti keadilan dan kebenaran disita dari kisah mengenai Themis sang Dewi Keadilan. Dewi Themis sendiri merupakan ibu Dewi Astraea dan mereka berdua punya letak yang berdampingan di rasi bintang. Mereka saling terjalin dan tidak dapat dipisahkan satu mirip lain. Jadi dapat dibilang, lambang Libra adalah pengingat bahwa keadilan dan kebenaran merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.

Scorpio

Lambang zodiak Scorpio “Kalajengking” terinspirasi dari cerita kesombongan Orion. Orion merupakan pria paling tampan yang pernah ada. Berkat parasnya tersebut, dia lalu menyebutkan bersama lantang bahwa dirinya dapat mengalahkan semua makhluk yang tersedia di bumi.

Sialnya, Gaia sang Dewi Bumi tidak menyukai kesombongan Orion dan mengirimkan seekor kalajengking untuk bertarung dengannya. Di pertarungan itu, Orion mati sesudah tersengat oleh racun si kalajengking. Atas kemenangannya, Gaia lalu menempatkan kalajengking di rasi bintang Scorpio.

Sagitarius

Lambang zodiak Sagitarius disita dari makhluk mitologi bernama Chiron yang punya bentuk setengah kuda setengah manusia. Suatu ketika, ketika sedang bertarung, Hercules hindari pana beracun yang ditembakan oleh lawannya. Panah berikut kemudian mengenai kaki Chiron.

Sebagai anak dari Dewa Poseidon, Chiron sendiri tidak mati dikarenakan racun dari panah tersebut. Namun dia masih merasakan sakit yang luar biasa. Setelah pertarungan Hercules selesai, Chiron dan Hercules lalu melanjutkan perjalanannya.

Dalam perjalanan tersebut, mereka berdua berjumpa bersama Prometheus yang sedang terkurung. Chiron kemudian menukar posisi Prometheus, supaya sang pencipta umat manusia itu dapat terbebas dari kurungannya. Setelah itu, Zeus kemudian menempatkan Chiron di rasi bintang Sagitarius.

Capricorn

Kisah mengenai Capricorn disita dari seorang Dewa bernama Pan. Pada suatu hari, Pan melompat ke air untuk mencegah dari monster bernama Phyton. Saat melompat, dia mengubah diri jadi hewan setengah kambing setengah ikan. Oleh dikarenakan itu, kadang-kadang Capricorn dilambangkan bersama kambing jantan berjanggung yang punya ekor.

Kamu juga dapat menyaksikan perihal menarik lain dari zodiak lewat buku Pembunuhan Zodiak Tokyo (The Tokyo Zodiac Murders) yang ditulis oleh Soji Shimada. Buku ini menceritakan mengenai pembantaian misterius yang mengguncang Jepang dan tak pernah teratasi sepanjang 40 tahun. Kisah penemuan mayat korban mutilasi bersama prinsip astrologis didalam buku ini akan membawa bermacam kejutan kala kamu membacanya.

Aquarius

Lambang punya Aquarius terinspirasi dari cerita mengenai Ganymedes, seorang pangeran yang terkenal akan ketampanannya. Suatu ketika, Zeus mengubah dirinya sendiri jadi elang untuk membawa Ganymedes ke Olympus secara paksa. Zeus menghendaki supaya Ganymedes bekerja sebagai juru minum pribadinya di Olympos.

Pekerjaan berikut sesungguhnya merupakan jabatan yang cukup tinggi, tapi lama kelamaan Ganymedes mulai muak. Kemudian dia menuangkan semua air, anggur, dan ambrosia hingga membawa dampak hujan turun tanpa henti di bumi dan mengakibatkan air bah.

Melihat kekacauan tersebut, Zeus kemudian sadar bahwa dia sudah jalankan kejahatan kepada Ganymedes. Pada akhirnya, dia mengimbuhkan area di rasi bintang bagi Ganymedes sebagai konstelasi Aquarius.

Pisces

Lambang dua ikan yang sedang berenang berlawanan arah terhadap Pisces bermula dari kisah Typhon–sebuah monster paling mengerikan yang pernah ada. Konon, Typhon menentang semua dewa Olympus untuk berperang.

Para Dewa menerima tantangan itu dan menyamarkan diri mereka untuk dapat melancarkan serangan kepada Typhon. Ketika penyerangan dilakukan, Aphrodite dan Eros mengubah bentuk jadi ikan dan menyelam ke lautan yang dalam.

Setelah Typhon dikalahkan, semua dewa lalu mengubah ulang bentuknya. Aphrodite dan Eros mengucapkan menerima kasih kepada ikan yang sudah meminjamkan bentuknya bersama mengimbuhkan area di rasi bintang sebagai zodiak Pisces.

Tag: ,